arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 September 2016
Untukmu yang Sering Menghitung-hitung Kesalahan Suamimu. Tolong Baca Ini Sampai Habis..
Trenz Corner - Untukmu yang sering menghitung2 kesalahan suamimu,
mendata kekurangan2 suamimu,
sering lupa dg kebaikan2 suamimu,
Ingatlah, dia suamimu bisa sj menceraikanmu saat ini juga, menduakanmu saat ini juga,
mencampakkanmu saat ini juga,
menggantikan kedudukanmu dgn wanita yg lain saat ini juga.
Bisa & sangat bisa bagi mereka.
Tapi jika hal tersebut tidak mereka lakukan sampai detik ini,
bahkan terus bersamamu mendampingimu dalam suka & duka, memberimu nafkah lahir & batin semampunya,
tetap menjadikanmu ibu dari anak2mu,
Maka hentikanlah tuntutan2mu yg berlebih itu!
Hentikanlah berharap terlalu banyak kepadanya & menuntut kesempurnaanya! Syukurilah suamimu!
Karna engkau saat ini telah mnjadi salah seorang wanita paling beruntung di dunia...
✍Umm Usamah Aliyyah
➖➖➖➖
Demi Allah saya tidak berbohong "teman angkatan saya banyak yang jadi janda muda", dan ada janda yang lebih tragis sepanjang yang saya temui, dulu sa'at suaminya ingin memutuskan menikah lagi janda tersebut sebelum jadi jandanya tidak terima dan minta diceraikan, tapi suaminya berupaya mempertahankan, tapi janda ini sebelum menjanda tetap keukeuh dengan pendiriannya untuk bercerai, akhirnya mereka bercerai, dan sang suami menikahi wanita yang sudah ia tekadkan ingin menikahinya.
Seiring waktu berjalan ternyata janda ini sadar bahwa hidup sendirian tidaklah semanis hidup bersama, sendiri mencari nafkah itu tidak seenak diam dirumah tatkala nafkah ada yang mencarikannya, dan hatinya masih menyimpan perasaan cinta kepada mantan suaminya, sehingga ia bercerita kepada salah seorang bahwa ia katakan : hatinya sakit bila melihat mantan suaminya bergandeng dengan istrinya, sementara ia sendiri terlantar dan terlunta-lunta. Seirng waktu berjalan lagi ia semakin yakin bahwa hatinya benar-benar masih mencintai mantan suaminya, sehingga sering tebar pesona dihadapan mantan suaminya, dan tak jarang sang janda berkunjung kerumah mantan suami dengan dalih hanya ingin bersilatu rahmi, tapi sang mantan suami tak kunjung menikahinya, dan akhirnya ia berucap : "andai sang mantan mau menikahi kembali dirinya", namun sayang hingga hari ini sang mantan tak kunjung menikahinya. (Janda ini orang awam).
Pelajaran :
Akhawati fillah, jadikan kisah diatas sebagai pelajaran, jangan karena perasaan emosi membawa antunna menyesal seumur hidup, taukah antunna bahwa tatkala antunna tak ingin diduakan itu pertanda antunna benar-benar mencintai suami antunna, bagaimana antunna akan berkata tak ingin diduakan tapi menuntut perpisahan ?
Yakinlah bila mendengar suami ingin menikah lagi dan antunna meminta bercerai itu pertanda antunna masih menyimpan rasa cinta.
Dan ingatlah jangan bermain-main dengan hati, bila hati masih menyimpan rasa cinta jangan sekali-kali berucap kata-kata "putus", karena sungguh emosi itu hanya sesa'at, sedang cinta dan kenangan seringkali membekas seumur hidup, dan janganlah perasaan marah membuat penyesalan sepanjang hidup, betapa meruginya antunna tatkala suami antunna ingin mempertahankan dan antunna memilih berpisah demi membela emosi sesa'at ?
Sungguh kebencian yang terucap oleh lisan disebabkan marah tidak dapat mewakili perasaan sayang didalam hati yang tidak siap jika harus dipaksa untuk pergi, bila dipaksakan pergi kelak akan semakin rindu ingin kembali.
Betapa banyak orang-orang yang menginginkan perpisahan itu terlebih dulu merindukan dan menginginkan kebersamaan kembali.
Nasehat :
Dan bila ada diantara antunna memiliki keinginan memutuskan berpisah bukan karena Allah maka takutlah kalau-kalau Allah akan mengadzab hatimu dengan cinta yang tak berbalas, karena Allah seringkali menguji para wanita atas apa yang pernah terucapkan oleh lisan-lisan mereka. Dan kebanyakan mereka gagal membendung kuatnya rasa rindu mereka..
-----------------
Antunna : kalian untuk kata ganti orang kedua jama' wanita.
✍♢Hanafi Abu Abdillah Ahmad
_Repost from Ummu Julie Jhe
share
merdekasiana.com
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Sabtu, 17 September 2016
Saat Di Tanya Sakit Gak Di Pasang 4 Buah Bor Di Kepala? Buya Yahya Menjawab : Sakit Ustadz Tapi Gapapa, Asal Jangan Di Bor Di Akhirat
Trenz Corner - Di Kutip Dari Status Akun Facebook Aanz Rasyid Al Bandili
Kami bertanya : Apa buya nggak sakit di pasang bor 4 buah di kepala? Buya menjawab : Sakit ustaz, tapi biar, asal jangan di bor di akhirat.
Dengan senyum simpulnya yg selalu menyejukkan hati dan wajahnya yg senantiasa bercahaya, tidak ada sedikitpun mengeluh. Kami merasa malu, seorang alim seperti buya masih berfikir demikian, bagaimana dengan orang bodoh ini yg sering merasa paling ahli surga? Padahal bejibun dosa. Astaghfirulloohal adziim.
Mari kita Terus berdo'a untuk kesembuhan guru kita Buya Yahya. Semoga Alloh swt mempermudah kesembuhan beliau.
Sebelumnya Buya H Yahya Zainal Ma’arif atau akrab dipanggil Buya Yahya dikabarkan mengalami kecelakaan di jalan Tol Cipali, pukul 03.00 Sabtu (20/8/2016).
Menurut informasi yang beredar, kendaraan yang ditumpangi Buya Yahya menabrak truk dari belakang hingga bagian depan mobilnya ringsek berat.
sumber : news-islampedia
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Kamis, 15 September 2016
1 Rahasia Sukses “Jadikan Orang Tuamu Raja, Maka Rezeki Mu Seperti Raja”
Trenz Corner - Budi Harta Winata, Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.
Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.
Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.
Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, “Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu".
Orang tua sudah melahirkan dan membesarkan kita, lha kok masih tega-teganya kita minta harta ke mereka, pada hal kita sudah dewasa.
Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.
Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.
Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.
Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah : mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar.
Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.
Tapi juga JANGAN mendekati orang tua hanya untuk mendapatkan hartanya.
Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.
Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti. Sebelum mereka kembali keharibaan Allah.
UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.
sumber : kabarhikmah
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Rabu, 14 September 2016
Astaghfirullah.. Orangtua, Jangan Abaikan Anak Umur 7 Tahun yang Tak Mau Shalat
Trenz Corner - “Ayah dan Ibu tidak minta apa-apa padamu, Nak. Kalian bahagia dan baik ibadahnya, kami sudah senang.” Begitulah nurani kebanyakan orangtua. Tiada pamrih apa pun pada masa depan buah hatinya. Harapannya dalam mengasuh adalah yang terbaik dunia akhirat untuk anak, tapi apakah kebaikan tersebut menjelma menjadi sosok anak-anak yang sesuai harapan?
Anak Tak Sesuai Harapan
Entah termasuk bagian dari tanda-tanda akhir zaman atau tidak, tapi kita bisa melihat betapa banyak anak yang sudah akil baligh, semakin dewasa bukannya meringankan orangtua, malah menjadi beban berkepanjangan.Sepertinya bukan hal yang sulit menemukan remaja kini yang tidak hormat dan mudah memerintah orangtua, bermental rapuh dan kekanak-kanakan, berperilaku keras, pemarah, bahkan ketika sudah menikah masih butuhbantuan orangtua. Padahal, orangtua akan semakin menua. Kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan anak tak lagi sekuat dulu.
Keikhlasan orangtua dalam memberikan apa pun yang anak butuhkan, bukan saja akan memperburuk kualitas kepribadian anak, tapi juga bisa menjadi bumerang bagi orangtua. Mengasuh dengan ikhlas bukan berarti memanjakan atau membebaskan anak berbuat semuanya, memaklumi dan selalu membela perilaku menyimpangnya, atau ketika dewasa anak boleh memilih jalan hidup sesukanya. Karena nanti kita akan ditanya,sudah sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya-kah kita memperlakukan amanah-Nya ini?
Awalnya, Mengabaikan Shalat
Konsultan keluarga samara, Dr H Ade Purnama, MA, mengindikasikan bahwa fenomena anak-anak yang rapuh ini sebetulnya bermula dari kesalahan orangtua dalam mengemban amanah atau mendidik. Dalam ajaran Islam, anak-anak sudah diperintahkan untuk shalat sejak usia 7 tahun. Itu artinya, sebelum 7 tahun dia sudah diajari tentang shalat. “Jika usia 5-6 tahun anak belajar shalat, masuk usia 7 tahun dia sudah bisa diajak shalat, ke masjid sudah tidak harus disuruh. Jadi tahapannya, usia 5-6 tahun diajari, 7 tahun disuruh, 8-9 tahunsosialisasi, 10 tahun sudah wajib shalat,” jelas Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jakarta Utara ini.
Shalat, imbuh Ade, adalah pendidikan dasar sejak awal. Ini menunjukkan pendidikan tentang mental spiritual. Jauh sebelum anak diajari tentang ilmu pengetahuan dalam pengertian sains, ternyata mental spiritual itu sudah ditanamkan sebelum 7 tahun. Jika ini dipraktikkan, tidak akan ada generasi yang rapuh mentalnya. Tidak akan ada anak-anak yang secara usia sudah besar, tapi secara mental kekanak-kanakan. Kenapa? “Karena pendidikan shalat sebagai cermin pendidikan spiritual itu sudah tertanam bahkan sebelum 7 tahun. Usia 10 tahun dia sudah dewasa secara ruhiyah. Kalau sudah dewasa secara ruhiyah, berikutnya tinggal diajari hal-hal yang berkaitan dengan aqliyah, pengetahuan ilmiah,” tegasnya. Itulah jawaban mengapa banyak anak rapuh secara mental.
Islam menjadikan shalat sebagai barometer pendidikan mental seseorang. Tidak aneh ketika Umar ra ingin mengangkat seorang gubernur, beliau akan selalu menanyakan bagaimana shalat berjamaahnya si Fulan. Jika bagus, barulah dilantik. Ketika sahabat bertanya apa hubungan antara shalat dan jabatan gubernur? Beliau menjelaskan, “Shalat itu amanah Allah, kalau amanah Allah dia jaga, amanah manusia akan dia jaga. Kalau amanah Allah sudah diabaikan, apalagi amanah yang lain.
Secara fitrah, manusia harus memenuhi tiga aspek kebutuhan dasarnya, yaitu ruhiyah, jasadiyah, dan aqliyah. Jika kebutuhan jasadiyah terpenuhi dengan sandang-pangan-papan, dan aqliyah terpenuhi dengan pendidikan formal dan nonformal, maka ruhiyah hanya bisa dipenuhi dengan ibadah dan dzikrullah. Inilah yang berperan dalam pengendalian diri seseorang sehingga melahirkan kematangan jiwa dan kedewasaan, walaupun ia tidak berpendidikan tinggi.
Ketika Anak Mengecewakan
Penelitian membuktikan bahwa kerusakan perilaku yang terjadi pada anak, banyak disebabkan oleh tidak harmonisnya hubungan orangtua dan anak. Jika di satu sisi banyak orangtua yang permisif pada anak, di sisi lain banyak pula orangtua yang otoriter, kurang bisa mendengarkan aspirasi dan memaafkan kesalahan anak. Orangtua mudah emosi dan menyalahkan anak ketika ada hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya.
Emosi yang kerap menghiasi pola asuh kepada anak, menurut Ade, menunjukkan belum ada kesadaran dan keikhlasan di hati orangtua dalam melaksanakan perintah Allah itu. Manusia mana pun tak pernah lepas dari salah, apalagi seorang anak. Maka ketika mendapati kesalahan dari seorang anak, orangtua selayaknya selalu melapangkan dada untuk memberi maaf. Sikap keras dan kasar malah akan menjadikan anak menjadi lebih kasar seperti yang ia lihat dari orangtuanya.
Tapi, tambah Ade, kita harus membedakan antara memaafkan dengan tidak membiarkan kesalahan. Ketika anak melakukan kesalahan, jelas harus dimaafkan. Tidak harus selalu dihukum, tapi tunjukkan kesalahannya. “Orangtua yang lebih banyak memaafkan anak dan meluruskan kesalahannya lebih baik daripada yang banyak menghukum tapi tidak pernah mengingatkan kesalahan,” jelas dosen di beberapa kampus ini.
Lalu sampai kapan orangtua wajib mengingatkan dan mengarahkan anaknya? “Sampai menikahkan anaknya, orangtua tidak wajib lagi mendidik anaknya, baik laki-laki maupun perempuan. Ketika seorang anak lelakimenikah, dia jadi pemimpin; ketika anak perempuan menikah, dia dipimpin oleh suaminya.”
Namun tentu saja nasihat dan arahan orangtua sampai kapan pun tetap penting bagi hidup seorang anak. Hanya posisinya, ketika si anak sudah menikah, nasihat orangtua lebih kepada nasihat seorang Muslim kepada saudaranya.
Karenanya, jangan tinggalkan anak yang lemah di belakang kita. Asah kemampuan mengemban amanah Allah semaksimal mungkin agar anak betul-betul bisa menjadi investasi masa depan orangtuanya.
sumber : bacalah-info
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Minggu, 11 September 2016
Inilah Akibatnya Bila Seorang Suami Melukai Hati Istrinya
Trenz Corner - Suami yang merupakan imam memiliki kedudukan penting keluarga. Mereka bertugas menjadi pemimpin dan memastikan kebutuhan keluarga tercukupi. Dengan kedudukan yang krusial ini, tidak jarang suami yang tidak menghargai posisi istri.
Terlebih jika istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Maka dengan dominasi finansial ini, suami kerap kali melakukan tindakan seenaknya yang dapat melukai hati istri.
Padahal menyakiti istri merupakan tindakan yang dapat menutup rezeki. Membahagiakannya menjadi salah satu jalan pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga. Lantas bagaimana bisa melukai hati istri bisa buat rezeki seret?
1. Mood Istri yang Buruk Akan Menular
Jika tidak bisa mengungkapkan kepada suami tentang sakit hati yang dirasakannya, biasanya istri akan memendam perasaan kecewa tersebut. Dalam kadar yang besar, perasaan sakit hati dan kecewa ini akan memperburuk mood mereka. Perasaan negatif ini lama-lama akan semakin membesar dan berpengaruh kepada seluruh keluarga. Perasaan yang buruk akan menunda rezeki baik yang akan datang.
BACA JUGA : Heboh di SOSMED. Rili Herdalda, Siswi SMA yang Disebut-Sebut sebagai Cewek Paling Cantik Se-Bandung
Untuk itu segeralah untuk memperbaiki kondisi mood istri. Sudah banyak terjadi suami yang bertengkar dengan istri selalu terhalang-halangi saat mencari rezeki. Bisa saja ban kendaraan pecah, bahkan hingga kecelakaan yang sering dialami setelah dua orang ini saling bertengkar.
2. Istri Menjadi tidak Bersyukur
Suami yang menyakiti istri baik dalam bentuk ucapan atau tindakan sebaiknya berhati-hati. Pasalnya doa mereka terhadap para suami dalam kondisi terluka ini akan segera dihijabah. Mereka juga menjadi tidak bersyukur atas apa yang sudah anda berikan kepadanya.
Bahkan terkadang suami justru didoakan tidak diberi rezeki agar menjadi lebih baik kepadanya. Karena biasanya, pria akan berubah ketika memiliki uang lebih. Sehingga tidak jarang dalam hati istri mendoakan agar suami justru tidak diberi rezeki agar kembali menjadi pribadi yang baik kepadanya.
3. Suami tidak Dilayani dengan Baik
Hal ini tentu sering dilakukan oleh istri yang hatinya dilukai. Mau tidak mau tindakan mereka mencerminkan hati yang sakit yang mereka rasakan. Hati istri yang terluka biasanya tidak ikhlas ketika melayani suaminya.
BACA JUGA : Orang Tua Wajib Tahu Ini!! Anak Kelas 6 SD Ngerjain Adik Kandungnya. Si Adik Malah Jadi Ketagihan
Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.
4. Suami Tidak Didukung
Tidak bisa dipungkiri perasaan sakit hati ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung yang hebat bagi suaminya. Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.
5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak
Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.
BACA JUGA : Subhanallah!! Terlahir Tuna Rungu, Putra Ganteng Artis Dewi Yull Ini Sukses Bikin Netizen Meleleh Lewat Video Bernyanyinya
Nah, itulah alasannya kenapa istri yang tidak bahagia bisa bikin rezeki seret. Mungkin saja diantara anda ada yang pernah mengalami hal ini. Untuk itu bersegeralah saling introspeksi diri dan minta maaf. Bukankah dia adalah satu-satunya orang yang akan menemani anda hingga tua? Karena anak-anak anda akan lebih memilih hidup bersama dengan suami atau istrinya ketika mereka sudah berkeluarga, dan hanya ada istri yang setia menemani hingga masa tua.
sumber : akhwatmuslimahindonesia.blogspot.com
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Masya Allah!! Pengabdian Seorang Anak Kepada Ibunya yang Buat Netizen Terharu
Trenz Corner - Cinta sejati mungkin saja begitu pas untuk melukiskan kondisi ibu dan anaknya ini. Sungguh satu dedikasi seseorang anak pada ibunya.
Bila kita saksikan pada photo di atas, tampak seseorang anak yang mempunyai kekurangan fisik, yakni ia tak mempunyai ke-2 tangan.
Disamping itu, ibunya sangatlah tua, mungkin saja juga telah lumpuh serta tak dapat jalan. Bahkan juga untuk bangun saja telah sulit.
Tetapi, anak ini tak tinggal diam.
Dengan semua keterbatasannya, ia menyuapi ibunya dengan kasih sayang.
Walau tak mempunyai ke-2 tangan, ia menyuapi ibunya dengan mulutnya. Baginya, tak ada kata menyerah, yang terutama ibunya dapat makan serta tak sakit.
Diluar itu, ia juga menjaga ibunya, memandikannya serta selalu
menjaganya sewaktu ibunya tertidur. Semuanya ia kerjakan seseorang diri, tidak ada rasa mengeluh sedikitpun.
Bayabgkan saja, dengan semuanya keterbatasannya, ia tetaplah ikhlas kerjakan semua seseorang diri. Banding dengan kita yang senantiasa mengeluh bila diminta-suruh oleh orang-tua kita.
BACA JUGA : Orang Tua Wajib Tahu Ini!! Anak Kelas 6 SD Ngerjain Adik Kandungnya. Si Adik Malah Jadi Ketagihan
Cerita ini pastinya begitu menyentuh hati beberapa orang, khusunya untuk kita yang mempunyai anggota badan yang normal.
Bagaimana, telah sempatkah kita menyuapi ibu kita saat beliau sakit??
sumber : facebook.com
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Sabtu, 10 September 2016
Buat Suami-Suami Pemalas Jangan Abaikan Ini
Trenz Corner - Fulan, bukan nama sebenarnya, merupakan seorang karyawan di perusahan percetakan di daerah Yogyakarta. Gajinya jauh dari makna cukup jika takarannya jumlah. Namun, dia tidak memiliki banyak pilihan untuk berpindah kerja, mengingat ijazah formalnya yang hanya setingkat sekolah menengah atas.
Kebutuhannya semakin banyak ketika dia memutuskan untuk menikah. Awal-awal pernikahan, keduanya cukup dengan jumlah penghasilan yang sedikit. Tapi kondisi benar-benar berbeda setelah lahir anak pertama. Pengeluaran makin tidak bisa terbendung sampai anak ketiganya lahir.
Beruntungnya, dia mendapatkan dukungan penuh dari istrinya. Seorang wanita shalihah yang percaya penuh dengan kepemimpinan suaminya. Hingga dalam sebuah musyawarah penuh hangat nan romantis, keduanya sepakat untuk membuka warung makan angkringan dengan tagline halalan thayyiban.
BACA JUGA : Subhanallah!! Terlahir Tuna Rungu, Putra Ganteng Artis Dewi Yull Ini Sukses Bikin Netizen Meleleh Lewat Video Bernyanyinya
Sang istri mempersiapkan segalanya di siang hari sembari menunggu suaminya pulang bekerja. Setelah sampai rumah, sang suami segera mempersiapkan barang dagangan yang digelar tak jauh dari tempat tinggal mereka.
Diriwayatkan dari sumber yang terpercaya, hasil berjualan ini di luar dugaan. Melimpah. Insya Allah berkah. “Jumlahnya tiga kali lipat jika dibanding gaji di perusahaan tempat bekerja.”
Para suami hendaknya menjadikan kisah nyata ini sebagai rujukan. Mulailah dengan mengubah paradigma bahwa bekerja adalah salah satu ibadah. Hukumnya wajib untuk memenuhi nafkah bagi istri dan anak-anak. Di tahap ini, urusan seorang laki-laki hanya berusaha sebagai wujud ibadah. Tak lebih dari itu.
Selanjutnya, tanamkan di dalam nurani, jangan sampai merasa memenuhi kebutuhan istri dan anak-anak atau memberi makan kepada mereka. Sebab hakikatnya, Allah Ta’ala yang menjamin rezeki bagi seluruh hamba-Nya. Manusia hanya dijadikan perantara dan itu tidak harus dari orang terdekat.
Setelah bekerja, kewajiban telah ditunaikan. Barulah berpikir tentang kualitas ibadah yang seharusnya, agar ibadah kita diterima dan memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari.
Jika pemahaman tauhid seperti ini sudah terbentuk, hasil tak pernah menjadi permasalahan. Sebab manusia tidak punya wilayah dalam menentukan hasil. Hasil adalah kekuasaan Allah Ta’ala. Dia berkehendak untuk memberikan kepada siapa yang dikehendaki dan Berkehendak pula untuk menahan dari siapa yang dikehendaki.
Maka kepada siapa pun yang merasa laki-laki, apalagi telah mengambil amanah sebagai suami, jangan bermalas diri. Bergegaslah menyambut karunia Allah Ta’ala yang lebih luas dari langit bumi dan apa yang ada di antara keduanya.
Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Subhanallah!! Terlahir Tuna Rungu, Putra Ganteng Artis Dewi Yull Ini Sukses Bikin Netizen Meleleh Lewat Video Bernyanyinya
Trenz Corner - Terlahir dengan keadaan tuli tak membuat pria ganteng yang satu ini kehilangan semangat hidup. Ia justru punya segudang prestasi yang membuatnya semakin mempesona. Panji Surya Putra Sahetapy, adalah putra dari mantan pasangan Dewi Yull dan Ray Sahetapy. Meski memiliki perbedaan dengan kebanyakan orang, namun nyatanya Surya justru punya segudang kelebihan lain yang menjadikannya layak dijadikan sebagai panutan.
Surya divonis dokter tuli berat sejak usianya masih dua tahun. Derajat ketulian telinga kanannya 105 decibel, sementara telinga kirinya mencapai 115 decibel. Sedangkan derajat pendengaran normal adalah 0 - 20 decibel. Surya bukanlah satu-satunya yang mengalami hal ini dalam keluarganya.
BACA JUGA : Disebut Pria Tak Jantan Karena Belum Punya Anak, Jawaban Pria Ini Bikin Semuanya Tertampar
Seperti yang kita ketahui jika Gisca, kakak Surya juga mengalami hal yang serupa. Silsilah dalam keluarga Dewi Yull memang memiliki gen menurun yang berpotensi keturunannya mengalami kelainan tersebut.
Namun meski dirinya berbeda dengan orang kebanyakan, Dewi Yull ternyata bisa mendidik putranya dengan baik sehingga ia mempunyai rasa kepercayaan yang tinggi dengan kekurangan yang ia miliki.
Surya tumbuh menjadi pemuda yang mengagumkan.
Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Siswa Bangsa Internasional (SBI) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Selain itu, kondisinya yang tidak sempurna ternyata membuat Surya mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi.
Ia amat peduli dengan sesamanya, terutama kepada orang-orang yang juga mempunyai kondisi serupa dengannya.
Sejak SMA, Surya aktif memperjuangkan hak-hak kaum tuli.
Dilihat di Instagram pribadinya, ia masih menjadi aktivis yang punya banyak kegiatan kemanusiaan hingga sekarang. Salah satu tujuannya berjuang adalah agar Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) diakui pemerintah sebagai bahasa resmi tuna rungu Indonesia.
Tak hanya itu, Surya juga aktif menjadi pengajar Bisindo di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Ia memang tampak sering memposting video di Instagram dengan menggunakan bahasa isyarat.
Bahkan bernyanyi pun ia lakukan dengan girang menggunakan bahasa insyarat. Tampaknya ketidakmampuannya untuk mendengar tak menghalangi Surya untuk tetap bersyukur dan bahagia. Berkat rasa percaya diri yang tinggi itu pula, Surya berhasil mendapatkan peran dalam film Aisyah yang dibintangi oleh Laudya Chintya Bella.
Dalam film ini, Surya berperan sebagai adiknya Bella. Namun yang unik, Surya berperan sebagai manusia normal dalam film tersebut.
"Orang tuli saja berusaha untuk bisa mendengar, kenapa yang bisa mendengar justru kadang berpura-pura tuli?," ungkapnya.
Kegigihan Surya untuk memperjuangkan hak-hak orang tuna rungu didorong dari pengalaman dirinya sendiri. Kesulitan Surya dalam mengenyam pendidikan sekolahnya membuatnya aktif memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan penderita tuli lainnya di seluruh Indonesia.
Surya percaya, bahwa penyandang tuli pun bisa dan berhak sukses seperti manusia normal lainnya. Di Instagram pribadinya @suryasahetapy, ia kini tampak sedang aktif menyuarakan gerakan dengan tagar #rasakansuara.
Gerakan tersebut mengajak netizen untuk ikut berbagi dengan orang-orang tuli dengan mengirim video menggunakan bahasa isyarat tentang apa yang dirasakan saat mendengar musik.
Ia juga sempat memposting video-video dirinya sedang bernyanyi menggunakan bahasa isyarat. Meski tak bersuara karena mengunakan bahasa isyarat, namun video tersebut sukses membuat banyak netizen meleleh, tentu saja terutama kaum hawa.
Berikut tonton videonya :
sumber : tribunnews.com
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Jumat, 09 September 2016
Disebut Pria Tak Jantan Karena Belum Punya Anak, Jawaban Pria Ini Bikin Semuanya Tertampar
Trenz Corner - “Kok Belum Punya Anak? Udah Lama Kan Nikahnya?”
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kerap dilontarkan pada pasutri yang telah menjalani pernikahan namun belum dikarunia anak.
Namun, seorang pria asal Malaysia ini memiliki jawaban yang tidak terduga saat ia dicap "pria tak jantan" karena istrinya tak kunjung hamil setelah menjalani bahtera rumah tangga.
BACA JUGA : Heboh di SOSMED. Rili Herdalda, Siswi SMA yang Disebut-Sebut sebagai Cewek Paling Cantik Se-Bandung
Dilansir Ohbulan, Selasa (9/8/2016), pria bernama Syahr Musafir menceritakan pengalamannya bersama istri Rahima AR, saat dicerca pertanyaan kapan punya momongan?.
Syahr mengatakan ketika usia pernikahannya memasuki usia keenam bulan, ia kerap menerima berbagai pertanyaan seputar anak. Bahkan ia disebut "pria tidak jantan".
Menanggapi cercaan seperti itu, Syahr hanya bisa diam dan terus berdoa agar Allah swt menghadirkan keturunan agar kehidupan rumah tangga mereka semakin lengkap.
Setelah 10 bulan menikah, doanya pun terkabul, istrinya hamil dan usia kehamilannya memasuki usia yang keenam minggu.
Seorang sahabatnya yang mengetahui kehamilan istrinya, langsung bertanya pada Syahr dengan kata-kata yang amat menyakitkan yang membuat Syahr sedikit emosi.
"Hei aku dengar istri mu hamil, akhirnya kau telah membuktikan bahwa kau adalah lelaki sejati dan kejantananmu terbukti," kata sahabat Syahr.
Mendengar jawaban tersebut, Syahr meberikan respon yang sangat tidak terduga dan membuat sahabatnya itu terdiam.
"Alhamdulillah, Istri saya sudah hamil, soal kejantanan, saya ingin balik bertanya kepadamu, coba kau perhatikan, pria yang bisa menghamili wanita tapi mereka tidak diikat dengan ikatan pernikahan, mereka berzina, itukah yang namanya pria sejati?"ujar Syahr.
Mendengar respon Syahr, temannya itu pun tak bisa berkata dan meminta maaf, ia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaannya.
sumber : akhwat.beritaislamterbaru.org
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Selasa, 06 September 2016
Orang Tua Wajib Tahu Ini!! Anak Kelas 6 SD Ngerjain Adik Kandungnya. Si Adik Malah Jadi Ketagihan
Trenz Corner - Curhat orang tua yang di tayangkan dalam acara Basa Basi di Trans TV. Bintang tamunya Bu Elly Risman. Ngeri sekaligus bikin sedih. Musibah paling bahaya adalah ketika kita ga sadar kalau dalam bahaya besar. Kurang lebih ini kesimpulannya. Untuk para orang tua, silahkan dibaca.
Apa yang beliau paparkan, shocking banget buat para orangtua yang hadir. Pemaparan awal tentang kesalahan-kesalahan komunikasi orang tua pada anak, bicara terlalu cepat, bicara terlalu banyak, (ngomel) yang tidak perlu, tanpa sadar berbohong, mengkritik, mengenggurui, dll.
Komunikasi yang salah mengakibatkan anak jadi BLAST. Jiwanya jadi kosong, ga pede, pemarah, dendam sama orang tuanya sendiri.
Beliau ngasih contoh kasus anak kecil yang ngadu ke gurunya, "Bu, kalau aku bunuh ayahku boleh ga? Aku dosa ga?". Ternyata si anak merasa selalu disalahkan dan didikte orang tuanya.
Nah, anak-anak yang BLAST ini adalah sasaran empuk buat pengusaha p0rnografi karena rata-rata dari mereka pasti akan cari pelampiasan. Sekarang masuk ke bagian industri p0rnografi. Target market utama mereka adalah anak laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena mereka lebih mudah fokus dan hormon testosteron mereka lebih tinggi daripada perempuan. Setiap tahun pebisnis p0rnografi rapat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baru.
Alih-alih mengembangkan produk, mereka memilih untuk 'investasi masa depan' pada anak-anak. Target mereka adalah anak laki-laki yang terpapar p0rnografi, kalau sudah 33 sampai 35x mast****si berarti sudah bisa dipastikan akan menjadi pelanggan masa depan karena otaknya pasti sudah ketergantungan dengan p0rnografi (p0rn addiction).
Yang perlu diketahui, p0rn addiction jauh lebih merusak otak daripada drugs addiction. Terapinya pun jauh lebih susah. Drug addict bisa diterapi dengan detoxifikasi tapi p0rn addict harus dengan terapi dan butuh tekad dari yang bersangkutan. Dan kerusakan yang ditimbulkan sekali kita terpapar akan permanen. Paparan p0rnografi itu berjenjang.
Jadi ibarat sampah, pertama kali mungkin kita akan muntah-muntah nyium baunya. Tapi lama kelamaan, kalau kita nyium sampah (misal tukang sampah) kita akan terbiasa bahkan bisa makan di deket sampah (bahkan ada yang tinggal di TPS tho?)
Begitupun dengan p0rnografi, setiap levelnya anak akan semakin kebal dan anak butuh melihat yang levelnya lebih tinggi untuk bisa terangsang. Kalau melihat sudah ga 'ngaruh' lagi, mereka akan melakukan. Dan disini bencananya.
Kami dikasih contoh beberapa kasus mengerikan yang pelakunya anak-anak s3x addict. Ada audience yang curhat tentang tetangganya, anak kelas 6 SD yang 'ngerjain' adik kandungnya yg berusia 5 tahun. Sekarang si adik malah jadi ketagihan s3x.
Ada lagi anak 10 tahun yang meny*domi temennya pake SENDOK! (Ada games yang ngajarin anak-anak untuk menyod*mi)
Contoh-contoh mengerikan lainnya. Anak-anak p0rn addict bisa dikenali. Ada ciri-cirinya. Dan pertanyaan mereka luar biasa.
Kalau anak normal keponya cuman "s3x itu apa?". "Bayi itu berasal dari mana?".
Anak-anak p0rn addict akan bertanya, "Bagaimana cara memasukkan p***s ke dalam v****a?". Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terlalu vulgar.
Bahkan ada istilah-istilah yang audience aja ga tahu itu apa. Kalau anak sudah 33-35x mast****si, hampir bisa dipastikan akan terjadi incest. Atau dia akan melampiaskan pada temennya di sekolah. Dan itu kasusnya BANYAK. Jadi usia 7 tahun saudara laki-laki dan perempuan tidurnya udah harus dipisah. (Tahu kan kasus anak umur 11 tahun yang memp3rk0sa 2 adik perempuan dan IBU KANDUNGnya karena selalu tidur 1 ruangan dengan mereka?)
80% kasus pelecehan terjadi di rumah sendiri/rumah keluarga dekat (rumah nenek pas ngumpul keluarga) dan sekolah. Nah, disitulah bibit awal pedofilia dan LGBT.
Semuanya saling berkaitan.
Sekarang tentang media, film. Terutama yang asalnya dari Amerika yang dicontohkan film Breaking Dawn sama Fifty Shades of Grey. Games-games cowok dan games cewek (The Sims4).
Video klip contohnya Nicky Minaj (yang ngajarin or*l s3x) bahkan kata Bu Elly, kalau anak anda disuruh makan sosis malah muntah, berarti dia udah nonton video klipnya dan Miley Ciyrus (wrecking Ball).
Tontonan lainnya ada Glee (udah jelas lah ya misi LGBTnya), komik, spongebob (kami dikasih liat scene spongebob ci*man sama patrick), stiker LINE, K-Pop (diliatin foto 2 cowok K-Pop idol lagi ci*man bibir di panggung) dan situs (ada situs LGBT bahkan untuk anak-anak).
Bu Elly nangis di panggung, beliau curhat sama kami bahwa pemerintah seolah tutup kuping sama kejadian ini. Beliau sudah menawarkan reset dan mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk sosialisasi p0rn awareness. Tapi ga pernah digubris.
UU p0rnografi pun ga ada penerapannya (kayak ga ada). Bahkan terakhir beliau diskusi dengan Ibu Jokowi tapi yang bikin kecewa justru bersamaan dengan seminar kami, Ibu negara malah kampanye kanker serviks (sudah booming karena si jupe kena).
Ga ngerti implementasinya sampe atau nggak ke masyarakat. Makanya ayo jadi penggerak di unit kerja kita masing-masing. Pemerintah itu seharusnya membentengi masuknya bencana ke Indonesia bukannya memfasilitasi.
Ekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau dibiarin bebas, akhirnya orang jadi liar. Itulah kenapa harus ada aturan. Sebenernya yang pikirannya tertutup justru seniman Indonesia.
Pikirannya hanya terfokus pada gimana sih pemerintah!
Gimana sih umat Islam nih ga kompromis! Padahal harusnya mereka lebih DEWASA dalam berpikir. Ga pragmatis.
Orang Indonesia itu ga semuanya adult. Di sini juga ada anak-anak. Mereka belum ngerti mana yang harus diikuti, mana yang nggak. Di situlah peran kita melindungi mereka.
Kita semua punya tanggungjawab moral. Termasuk seniman.
Hal yang mengejutkan adalah isi sambutan founder salingsapa.com(penyelenggara). Beliau bilang, "Saya punya kenalan beberapa pemilik stasiun tv swasta. Salah satunya yang ada di kebon jeruk. Saya kaget, ternyata rata-rata dari mereka pada ga punya tv. Ketika saya tanya alasannya (sama pemilik stasiun di kobon jeruk), beliau bilang, "Saya sudah tahu bahwa produser itu mengejar rating. Sekarang, program tv itu pure A BUSINESS. Jadi mereka akan menayangkan apapun yang menarik minat masyarakat sehingga rating naik. Kalau rating naik, otomatis iklan berdatangan"
Mereka aja ga membiarkan anak mereka nonton tv. Dan kita masih membiarkan anak-anak kita nonton? Jadi intinya, kita semua punya peran untuk menanggulangi krisis moral di Indonesia. Karena dampaknya jangka panjang dan krusial. Ketika nanti kita jadi pejabat, jadi pengambil keputusan, pelajari baik-baik apa yang mau kita putuskan. Karena tanggungjawab kita besar. Sekarang, tugas kita adalah merintis perubahan positif di unit kerja masing-masing.
Ajak diskusi orang-orang yang masih satu visi, orang-orang yang masih punya passion untuk memperbaiki carut-marut negara ini.
Kalimat terakhir paparannya Bu Elly Risman, "Ayo Bergerak Bersama. Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya p0rnografi".
Sorry, just sharing. Karena kita ga bisa kerja sendiri. Butuh KAMU...
IYA KAMU...
Butuh KAMU buat ikutan. Semoga kita bisa merintis perbaikan. Semoga negeri ini jadi lebih baik nantinya.
sumber : breakingnewsmuslimah
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Rabu, 27 Juli 2016
Subhanallah! Bersedekah Tak Membuatmu Miskin Tapi Justru Memberimu Keajaiban
Trenz Corner - Sudahkah kita cukup bersedekah selama ini? Seberapa sering kita menyisihkan uang atau penghasilan yang kita punya untuk bersedekah? Saya pribadi selalu salut dengan orang-orang yang selalu rutin dan istiqomah bersedekah. Orang yang bersedekah dengan niat yang suci sungguh merupakan orang yang luar biasa.
Bersedekah pada dasarnya tak akan membuat kita miskin. Malah bisa jadi ada banyak keberkahan dan keajaiban yang terjadi di hidup kita kalau kita bersedekah. Bersedekah pun bisa menjadi bentuk syukur kita pada Sang Pemberi Rezeki Kehidupan.
1. Bersedekah Jadi Cara Kita untuk Bersyukur Pada-Nya
Bersedekah bisa jadi cara kita bersyukur pada rejeki yang diberikan Yang Maha Kuasa. Rezeki itu bukan sebatas pada harta atau materi semata. Lebih dari itu, rezeki yang kita dapat bisa jadi bentuknya dalam kesehatan dan kenyamanan yang kita miliki saat ini. Semakin kita mensyukuri yang sedikit dan sudah kita punya, keberkahan yang kita rasa pun akan semakin besar.
2. Rezeki Bisa Makin Lancar dengan Bersedekah
Dari uang dan penghasilan yang kita punya, sebagiannya ada hak untuk orang lain. Rezeki kita bahkan bisa makin lancar dengan bersedekah. Lihat saja para tokoh dunia, mereka tidak pernah sungkan mendermakan sebagian kekayaan mereka untuk orang lain. Jangan pernah takut jatuh miskin karena bersedekah. Justru, orang-orang yang bersedekah sering mendapat keajaiban dan pertolongan tak terduga.
3. Bersedekah Jadi Cara Kita untuk Jadi Pribadi yang Lebih Bermanfaat
Dengan bersedekah, kita sudah membantu meringankan beban orang lain. Sedekah tak melulu harus dalam bentuk uang. Bisa jadi dalam tenaga atau jasa. Sedekah materi atau uang bisa meringankan beban ekonomi orang lain. Sementara sedekah tenaga atau jasa bisa bantu meringankan masalah yang dihadapi orang lain. Tak perlu menjadi orang kaya (secara materi) untuk bersedekah.
4. Ikatan Silaturahim Makin Erat
Kita tidak pernah tahu akan menjadi apa dan seberapa besar kita membutuhkan bantuan orang lain di masa depan. Dengan bersedekah, kita bisa menambah keluarga baru, teman baru, serta kerabat baru. Ikatan persaudaraan dan persahabatan bisa terjaga dengan baik.
Yuk, kita mulai lagi bersedekah. Landasi dengan niat yang tulus, maka yakin deh kebaikan akan selalu menyertai kita.
Sumber: vemale.com
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
Jumat, 22 Juli 2016
Subhanallah...Harta Boleh Miskin Tetapi Kekayaan Iman Tetaplah yang Utama....
Trenz Corner - Seorang pedagang hewan qurban bercerita mengenai pengalamannya : Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Diliat dari penampilannya kelihatannya tidak akan mampu beli. Namun masih tetap saya cobalah hampiri serta tawarkan padanya, “Silahkan bu…”, lalu ibu itu menunjuk satu diantara kambing termurah sembari ajukan pertanyaan, ”kalau yang itu berapakah Pak? ”.
“Yang itu 700 ribu bu, ” jawab saya. “Harga pasnya berapa? ”, Bertanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, namun biarlah……. “Tapi, duit saya cuma 500 ribu, boleh pak? ”, pintanya. Waduh, saya bingung, karenanya harga modalnya, pada akhirnya saya berembug dengan rekan hingga pada akhirnya ditetapkan diberikan saja dengan harga itu pada ibu itu.
Sayapun mengantar hewan qurban itu hingga kerumahnya, demikian tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, merasa menggigil semua tubuh lantaran lihat kondisi tempat tinggal ibu itu.
Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya serta puteranya di rumah gubug berlantai tanah itu. Saya tak lihat tempat tidur kasur, kursi ruangan tamu, terlebih perlengkapan elegan atau beberapa barang elektronik,. Yang tampak cuma dipan kayu beralaskan tikar serta bantal lusuh.
Di atas dipan, tertidur seseorang nenek tua kurus. “Mak….. bangun mak, nih lihat saya bawa apa? ”, kata ibu itu pada nenek yg tengah rebahan hingga pada akhirnya terbangun. “Mak, saya telah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…. ”, Kata ibu itu dengan penuh keceriaan.
Si nenek sangat terkaget meski terlihat bahagia, sembari mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, pada akhirnya kesampaian juga kalau emak ingin berqurban”.
“Nih Pak, uangnya, maaf ya bila saya nawarnya kemurahan, lantaran saya cuma tukang cuci di kampung sini, saya berniat menghimpun duit untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya…. ”, kata ibu itu
Kaki ini bergetar, dada merasa sesak, sembari menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu bertemu dengan hamba-Mu yang tentunya lebih mulia ini, seorang yang miskin harta tetapi kekayaan Imannya demikian luar biasa”.
“Pak, ini biaya kendaraannya…”, panggil ibu itu, ”sudah bu, agar biaya kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.
Saya cepat pergi sebelumnya ibu itu tahu bila mata ini telah basah lantaran tidak mampu mendapat teguran dari Allah yang telah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan serta penuh keimanan menginginkan memuliakan orang tuanya…….
Untuk mulia nyatanya tak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi terlebih kekuasaan, kita dapat belajar keikhlasan dari ibu itu untuk meraih kemuliaan hidup. Berapa banyak di antara kita yang di beri kecukupan pendapatan, tetapi masihlah saja ada kengganan untuk berkurban, walau sebenarnya mungkin saja harga handphone, arloji, tas, maupun aksesori yg melekat di badan kita harga nya jauh lebih mahal dibanding seekor hewan qurban. Tetapi selalu kita sembunyi di balik kata tak mampu atau tak dianggarkan.
sumber : reportasemuslim.com
arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik
























