This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2016

Penyakit Yang Banyak Diderita Oleh Para Jamaah Haji

Penyakit Yang Banyak Diderita Oleh Para Jamaah Haji-Musim ibadah haji sudah tiba. Dimana para umat muslim yang ada di seluruh dunia ini pun berbondong-bondong untuk pergi ke tanah suci mekah menjalani salah satu rukun islam ini. pastinya bagi para jamaah yang berkesempatan untuk bisa menunaikan salah satu ibadah yang wajib untuk dijalani bagi mereka yang mampu ini, baik mampu secara fisik maupun financial, tentunya menjadi salah satu moment special yang tak akan mereka lupakan begitu saja.

Karena yang namanya menjalani ibadah haji sendiri adalah salah satu cita-cita dan impian sebagian besar umat muslim yang ada di belahan dunia ini. selain itu juga untuk bisa menjalani ibadah haji pun perjuangannya tidaklah mudah. Mulai dari harus menabung mengumpulkan uang selama bertahun-tahun.

Menyiapkan mental dan fisik, serta waktu tunggunya yang bisa sampai bertahun-tahun. Sehingga tak heran saat mereka bisa berkesempatan untuk menjadi tamu istimewa di kota suci mekkah, antusianya pun sangat tak terbendung lagi.



Namun ternyata salah satu hal yang paling utama untuk diperhatikan bagi para calon jamaah yang ingin pergi menunaikan ibadah haji ketanah suci mekkah adalah fisik dan kesehatan mereka. Ada beberapa penyakit yang banyak diderita oleh para jamaah haji saat mereka sedang menjalani yang namanya ibadah haji ketanah suci mekkah.

Beberapa penyakit yang banyak diderita oleh para jamaah haji tersebut menurut data terakhir yang berhasil didapatkan dari berbagai macam sumber, yaitu pada 14 agustus 2016 yang lalu  diantaranya yaitu ada yang namanya penyakit hipertensi alias darah tinggi  sebanyak 35 %, myalgai sebanyak 17 %, dan sisanya 9 % adalah nasopharingithis. Beberapa jumlah jamaah haji yang sudah mulai menjalani perjalanan ibadah ketanah suci mekkah pun, dilaporkan ada yang wafat., dan juga ada yang menjalani rawat inap di rumah sakit Arab Saudi.

Tentu saja bagi para jamaah yang sedang menjalani ibadah haji ditanah suci mekkah. Sangat pentinga dan dianjurkan sekali untuk menjaga kesehatan tubuh mereka. mulai dari menjaga kebersihan, memperbanyak minum air putih, dan jangan lupa juga untuk tetap menggunakan alas kaki dalam berbagai macam aktivitas yang mereka lakukan. Karena menggunakan alas kaki ini pun sangat penting sekali. mengingat cuaca yang sedang terjadi di Arab Saudi ini sedang sangat panas sekali, sehingga bisa mempengaruhi dan membuat kesehatan para jamaah haji pun menjadi drop jika mereka tidak menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya.

Beberapa dari penyakit yang banyak diderita oleh para jamaah haji yang sedang menjalani ibadah haji di kota suci mekkah ini pun, tentunya terjadi karena ada banyak sekali berbagai macam factor yang mempengaruhi. Mulai dari factor kebersihan, genetic, cuaca, dan masih banyak lagi berbagai macam fakro yang lainnya. terutama adalah para jamaah haji yang sudah berusia lanjut, yaitu diatas 50 tahun. Tentu saja selain memang harus didampingi oleh sanak keluarganya.

Jamaah haji yang usia sudah lanjut ini pun pastinya membutuhkan perhatian sangat ekstra sekali. selain karena memang mereka sudah tidak memiliki fisik yang kuat seperti para jamaah yang usia masih muda dan kuat. Namun tentunya jamaah yang sudah berusia lanjut ini pun sangat rentan sekali untuk terkena berbagai macam penyakit ketika mereka sedang menjalani ibadah haji dikota suci mekkah.

Jadi menjaga kesehatan dan juga mempersiapkan fisik yang prima, sangatlah penting sekali untuk mendukung perjalanan ibadah haji anda ke tanah suci mekkah.





arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

Kamis, 28 Juli 2016

Manfaat Bunga Melati Bagi Kesehatan

Melati (Jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.








Nama botani / latin : Jasminum sambac, Ait.
Famili : Oleranceae
Nama daerah:  Jasmine (Inggris), Jasmin (Perancis), Yasmin (Arab); Melati (Indonesia), Melur (Jawa), Malati (Sunda); Malate (Madura), Menuh (Bali);

Kandungan Kimia

Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, livalylacetaat.

Berikut adalah contoh pemanfaatan melati untuk pengobatan berbagai masalah kesehatan:


1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan

Bahan: 1 genggam daun melati
Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

2. Sakit mata (mata merah atau belekan)

Bahan: 1 genggam daun melati
Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
Cara menggunakan: ditempel pada dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.

3. Bengkak akibat serangan lebah

Bahan: 1 genggam bunga melati
Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas sampai halus
Cara menggunakan: ditempel pada bagian yang disengat lebah.

4. Demam dan sakit kepala

Bahan: 1 genggam daun melati, 10 bunga melati.
Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang.
Cara menggunakan: air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.

5. Sesak napas

Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya.
Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring.
Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

Tidur Lebih Efektif Redakan Rasa Sakit

Tidur ternyata memberi manfaat lebih besar dibandingkan sejenis obat painkiller bernama codeine dalam meredakan rasa sakit. Menurut sebuah studi terbaru, memperbanyak waktu tidur dapat meningkatkan tingkat kesadaran pada siang hari dan dapat berarti juga mengurangi rasa sensitivitas pada rasa sakit.

“Hasil penelitian kami menunjukkan pentingnya tidur yang cukup ketika sedang mengalami kondisi nyeri kronis atau ketika dalam persiapan untuk bedah elektif. Penurunan sensitivitas rasa sakit dengan tidur cukup mengejutkan, karena lebih besar dari efek yang ditimbulkan saat mengonsumsi codeine,” tambah ungkap ketua penelitian Timothy Roehrs.



Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep ini melibatkan 18 orang dewasa dalam keadaan sehat, bebas rasa sakit, dan memiliki kecenderungan sedikit tidur yang secara acak dibagi men jadi dua kondisi. Kelompok pertama selama empat malam harus memperpanjang waktu tidur dengan tidur setidaknya selama 10 jam setiap malam sedangkan kelompok lainnya tetap dengan waktu tidur normal.

Tes dilakukan secara objektif dengan multiple sleep patency test untuk mengukur kesadaran di siang hari, dan radiant heat stimulus untuk mengukur sensitivitas terhadap rasa sakit.

Setelah dilakukan tes, maka para peneliti mengatakan bahwa kelompok dengan tidur lebih banyak sekitar 1,8 jam setiap malam menunjukkan peningkatan kesadaran di siang hari dan lebih tidak sensitif terhadap rasa sakit dibandingkan kelompok yang jam tidurnya lebih sedikit.

Para peneliti mengatakan bahwa relawan yang jam tidurnya diperpanjang mampu menahan jari mereka pada sumber panas radiasi sebesar 25 persen lebih lama, dibandingkan dengan relawan dengan jam tidur normal. Para peneliti mengatakan bahwa peningkatan pengurangan rasa sakit dari memperlama jam tidur ini lebih b esar daripada ketika relawan diberikan 60 mg codeine..

Para peneliti mengatakan bahwa studi terbaru ini adalah studi yang pertama untuk menunjukkan bahwa memperpanjang tidur dapat mengurangi sensitivitas rasa sakit. Selain itu peneliti juga mengungkapkan sensitivitas terhadap rasa sakit didasari pada rasa kantuk.

sumber: Dechacare

arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

Toksisitas Zat Kimia Terhadap Sistem Reproduksi

Toksisitas reproduktif mencakup efek-efek yang merugikan fungsi seksual dan fertilitas kaum laki-laki dan perempuan sekaligus efek yang mengganggu perkembangan normal baik sebelum maupun sesudah lahir (juga disebut toksisitas perkembangan).

Fisiologis sistem reproduksi antara pria dan wanita berbeda, tetapi sistem pada kedua jenis kelamin tersebut dikendalikan oleh suatu zat kimia yang disebut hormon. Hormon adalah zat kimia yang disekresi oleh kelenjar dalam tubuh dan mengendalikan sel-sel lain dalam tubuh. Sekresi hormon dikendalikan oleh sistem saraf pusat (SSP).

Pada laki-laki, hormon mengendalikan perkembangan organ-organ reproduksi dan pembentukan sperma (spermatogenesis). Pada perempuan, hormon mengendalikan organ-organ reproduksi, siklus reproduktif perempuan, persiapan rahim untuk kehamilan dan laktasi. Hormon juga memainkan peranan yang sangat penting dalam kehamilan dan perkembangan janin.

image: www.slidshare.net


Dalam kondisi normal, pada manusia, diperkirakan satu dari lima pasangan tidak dapat memiliki anak (mandul), lebih dari sepertiga embrio akan mengalami kematian dini, dan sekitar 15% kehamilan akan mengalami abortus spontan. Di antara bayi-bayi yang baru lahir, sekitar 3%-nya mengalami kecacatan.

Ini tidak mengejutkan karena banyak zat kimia (atau obat-obatan) yang dapat mengganggu jalannya beberapa proses biologis dalam sistem reproduksi laki-laki dan perempuan. Ada tiga target utama dari toksikan reproduktif. Toksikan tersebut dapat bekerja langsung di sistem saraf pusat untuk mengubah sekresi hormon (misalnya sintesis steroid).

Gonad (ovarium dan testis) juga menjadi target dari obat-obatan dan zat kimia, terutama obat kemoterapi kanker. Toksikan reproduktif juga dapat menghambat atau mengubah spermatogenesis. Akibat yang ditimbulkan oleh efek toksik tersebut antara lain kemandulan, penurunan kesuburan, meningkatnya kematian janin, meningkatnya kematian bayi, dan meningkatnya angka cacat / defek lahir. Zat kimia yang menyebabkan peningkatan kasus defek / cacat lahir ini disebut teratogen.

Efek buruk perkembangan pada organisme muncul akibat pemaparan sebelum pembuahan (pada orang tua), selama kehamilan, atau dari lahir sampai saatnya maturasi seksual. Efek buruk perkembangan dapat dideteksi kapan saja dalam rentang kehidupan suatu organisme. Manifestasi pokok dari toksisitas perkembangan mencakup:
(a) kematian organisme yang sedang berkembang;
(b) abnormalitas struktural;
(c) perubahan pertumbuhan, dan
(d) defisiensi fungsional.

Paparan terhadap zat kimia selama kehamilan dapat mengakibatkan perkembangan yang defektif (menuju kecacatan). Pada waktu-waktu tertentu, janin yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi sangat sensitif terhadap paparan zat kimia toksik, misalnya saat perkembangan sistem organ atau perkembangan sel-sel jenis tertentu. Pada manusia, fase kritis induksi malformasi struktural biasanya terjadi 20-70 hari setelah pembuahan.

Dampak zat kimia (atau obat-obatan) terhadap sistem reproduksi dapat dilihat pada insidensi talidomid yang tragis di tahun 1960-an. Saat itu, talidomid diberikan pada ibu hamil sebagai obat mual. Obat ini memang tidak memiliki efek yang merugikan orang dewasa, tetapi sifatnya yang teratogen justru mengganggu perkembangan anggota gerak janin. Akibatnya, anak yang ibunya mengonsumsi obat tersebut ketika hamil, lahir tanpa lengan dan / atau kaki atau bahkan sangat tidak berbentuk.

Untuk beberapa zat kimia, studi epidemiologis, data pemaparan okupasional, atau data yang berasal dari penelitian pada binatang memperlihatkan adanya hubungan antara pemaparan dengan efek buruk pada sistem reproduksi.

Beberapa penelitian di bidang epidemiologi memperlihatkan bahwa arsenik anorganik dapat menimbulkan efek perkembangan pada manusia, janin yang sedang berkembang sangat sensitif terhadap metil merkuri, paparan timbal terhadap ibu hamil terbukti dapat mengganggu perkembangan mental anak-anak mereka.

Daftar efek yang merugikan sistem reproduksi semakin bertambah panjang, dan semakin banyak indikasi yang memperlihatkan bahwa ibu hamil, janin, bayi yang masih menyusui, dan anak kecil termasuk dalam kelompok berisiko tinggi yang lebih rentan terhadap efek buruk zat kimia daripada populasi umum lainnya.

Bayi dan anak kecil memiliki karaktersistik struktural dan fungsional yang berbeda dengan anak yang lebih tua serta orang dewasa. Karakteristik tersebut mewakili tahapan di dalam perkembangan dan pertumbuhan yang normal, dan dapat mempengaruhi daya tahan mereka jika terpapar zat kimia.

Secara umum dapat dikatakan bahwa zat kimia baik yang organik maupun yang anorganik lebih mudah diabsorpsi oleh bayi daripada oleh orang dewasa. Bayi belum siap melakukan biotransformasi terhadap zat kimia karena ginjal belum matur dan kurang dapat mengekskresikan zat kimia dibandingkan ginjal orang dewasa.

Dengan demikian, dosis yang sama dari suatu zat kimia per unit berat badan kemungkinan akan lebih banyak berakumulasi dalam tubuh bayi daripada dalam tubuh anak yang lebih besar atau orang dewasa sehingga kemungkinannya untuk mengalami efek toksik lebih besar.

Semua karakteristik tersebut menunjukkan adanya kebutuhan khusus untuk melindungi kelompok populasi yang sensitif ini dati semua risiko kesehatan akibat pemaparan terhadap zat kimia.

Contoh toksikan lingkungan dan efek buruknya pada sistem reproduksi
  • Aldrin: abortus spontan, persalinan dini
  • Arsenik: abortus spontan, berat badan lahir rendah
  • Benzene: abortus spontan, berat badan lahir rendah, gangguan menstruasi
  • Kadmium: berat badan lahir rendah
  • Karbon disulfida: gangguan menstruasi, efek buruk pada sperma
  • Senyawa chlorinated: defek pada mata, telinga, dan bibir sumbing, gangguan sistem saraf pusat, kematian perinatal, leukemia masa kanak-kanak.
  • 1,2-Dibromo-3-kloropropan: efek buruk pada sperma, kemandulan
  • Dikloroetilen: penyakit jantung bawaan
  • Dieldrin: kelahiran dini, abortus spontan
  • Heksaklorosikloheksan: ketidakseimbangan hormonal, kelahiran dini, abortus spontan
  • Timbal: lahir mati, berat badan lahir rendah, abortus spontan, defisit neurobehavioral, perkembangan terhambat, kerusakan otak.
  • Merkuri: gangguan menstruasi, abortus spontan, buta tuli, keterbelakangan mental, pertumbuhan terhambat, kerusakan otak.
  • Hidrokarbon aromatik polisiklik: penurunan kesuburan
  • Polychlorinated byphenil: persalinan kurang bulan, berat badan lahir rendah, penurunan lingkar kepala, defisiensi pertumbuhan, efek neurobehavioral.
  • Trikloroetilen: penyakit jantung bawaan.

arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

Waspada Bahaya Laten Inhalan

Tanpa kita sadari banyak produk di sekitar kita yang seringkali dapat disalahgunakan. Hal ini harus dapat dicegah, termasuk didalamnya adalah mencegah penyalahgunaan inhalan. Inhalan adalah suatu kelompok senyawa yang mudah menguap yang menghasilkan efek toksik yang mirip dengan alkohol. Inhalan terdapat pada pelarut yang mudah menguap, atau aerosol yang biasa digunakan dalam rumah tangga, seperti lem, penghapus cat kuku, pengencer cat, deodorant dan cairan pembersih.

Penyalahgunaan produk-produk yang menghasilkan inhalan tidak kalah bahayanya dibandingkan dengan penyalahgunaan narkotika seperti penggunaan mariyuana, kokain, ganja dan psikotropika yang selama ini telah menjadi perhatian banyak pihak.

Sekarang ini, banyak anak muda yang menghirup uap dari pelarut produk-produk tersebut diatas untuk mendapatkan efek seperti efek dari alkohol, yang dapat dinikmati dengan cepat tanpa menyadari bahwa hal ini dapat menyebabkan dampak serius bagi kesehatan.




Ciri-ciri orang yang menggunakan inhalan antara lain:


  • Mata merah, berkaca-kaca atau berair,
  • Pengucapan kata- kata yang lambat, bergumam kental dan tidak jelas,
  • Terlihat seperti orang mabuk,
  • Terdapat noda cat pada tangan atau sekitar mulut,
  • Bau bahan kimia di pakaian atau di dalam ruangan,
  • Bau mulut yang tidak biasa,
  • Sering merasa mual dan / atau kehilangan nafsu makan.


Terdapat 4 kategori inhalan yaitu:
  • Pelarut yang mudah menguap, adalah cairan yang menguap pada suhu kamar. Biasanya terkandung dalam produk yang sering digunakan dalam rumah tangga atau industri seperti pengencer cat, cairan yang digunakan untuk mencuci kering (dry cleaning fluids), lem, correction fluids dan spidol.
  • Aerosol, adalah produk semprot yang mengandung gas dan cairan. Termasuk di dalamnya adalah cat semprot, deodorant dan hair spray.
  • Gas, termasuk anastetik seperti eter, kloroform, halotan dan nitrogen oksida yang sering disebut “gas tertawa”. Nitrogen oksida adalah gas yang paling sering disalahgunakan dan biasanya terdapat pada kemasan whipped cream dan produk untuk menaikkan tingkat oktan pada mobil balap.
  • Nitrit, yang sering dimasukkan sebagai golongan khusus dari inhalan, karena tidak seperti golongan inhalan lain yang kerjanya langsung mempengaruhi sistem saraf pusat, nitrit terutama bekerja dengan memperlebar pembuluh darah dan melemaskan otot. Bila inhalan lain biasanya digunakan untuk mengubah mood, maka nitrit sering digunakan untuk memperbaiki aktifitas seksual. Yang termasuk nitrit adalah sikloheksit, isoamil nitrit dan isobutil nitrit.

Efek Jangka Pendek

Pada umumnya inhalan bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan biasanya digunakan untuk mengubah mood atau sering juga digunakan sebagai doping. Efek jangka pendek yang dihasilkan mirip dengan anastetik dimana inhalan dapat memperlambat metabolisme tubuh.

Inhalan diserap oleh paru-paru, masuk ke peredaran darah dan dengan cepat terdistribusi ke otak dan organ lainnya. Dalam hitungan detik, pengguna langsung merasakan efek yang sama seperti efek yang dihasilkan apabila meminum alkohol, dimana pengguna biasanya menjadi berbicara melantur, sulit mengkoordinasikan gerakan anggota badan, euphoria dan merasa pusing. Pada kasus kecanduan, pengguna dapat merasa kepala terasa ringan, halusinasi dan delusi.

Hanya dalam hitungan menit dapat terjadi kematian karena gagal jantung apabila pengguna menghirup inhalan dengan konsentrasi tinggi dan hirupan yang dalam. Sindrom ini sering disebut sudden sniffing death, yang dapat terjadi hanya karena satu hirupan saja.

Efek Jangka Panjang

Pengguna yang menghirup inhalan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Menghirup lem dan pengencer cat dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, sedangkan menghirup menghirup toluen dan trikloroetilen dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Pemakaian inhalan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi dan kecerdasan bahkan dapat menyebabkan hilang ingatan.

Inhalan yang digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan pengguna merasakan dorongan kuat untuk terus menggunakannya dan menyebabkan efek ketergantungan. Gejala penyalahgunaan inhalan dalam jangka panjang antara lain adalah kehilangan berat badan, berkurangnya bentuk dan kekuatan otot, disorientasi, gampang marah, depresi, hilangnya pendengaran, kejang pada anggota badan, kerusakan sumsum tulang, kerusakan hati dan ginjal, habisnya oksigen dalam darah dan halusinasi. Pemakaian jangka panjang juga terkait dengan leukemia serta kecanduan fisik dan psikologis. Penggunaan inhalan jangka panjang dapat menghilangkan secara permanen kemampuan untuk melakukan fungsi sehari-hari seperti berjalan, berbicara dan berpikir.

Penyalahgunaan inhalan sering dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dihirup (sniffing) atau snorting dari uang / asap inhalan tersebut, menyemprotkan langsung ke hidung atau mulut, efeknya lebih kuat, menghirup atau menghisap uap  / asap dari zat yang telah disemprotkan atau ditampung ke dalam kantung plastik atau kantung kertas (bagging), menghisap melalui bahan kain yang telah direndam ke dalam zat inhalan (huffing), dan menghisap dari balon yang telah diisi oksida nitrit.

Toleransi

Ketika pemakaian inhalan berlanjut selama beberapa waktu, si pemakai akan mengalami reaksi toleransi terhadap inhalan. Hal ini berarti, si pemakai akan membutuhkan pemakaian inhalan yang semakin sering dan dengan jumlah yang lebih besar untuk mencapai efek yang diinginkan.

Kesimpulan

Penyalahgunaan inhalan yang sering terjadi pada remaja dan anak-anak harus membuat orang tua lebih waspada. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengkomunikasikan kepada anak-anak dan remaja untuk tidak pernah mencoba menggunakan inhalan karena dapat menyebabkan efek ketergantungan. Pada kasus kecanduan, bicarakan dengan anak, guru, dan konselor. Dengan mendiskusikan masalah secara terbuka dan menitikberatkan pada konsekuensi dari penyalahgunaan inhalan, maka kita mungkin dapat menyelamatkan anak-anak dari tragedi yang mungkin terjadi .

(Drs . Maurits Sitepu,Apt)

PUSTAKA: 1. Peter Viccellio,M.D,1993, Handbook of Medical Toxicology, Boston: Little, Brown and Company 2. Matthew J. Ellenhorn, 1997, Medical Toxicology, Baltimore: Williams & Wilkins 3. Website DEA (Drug Enforcement Administration, http://www.usdoj.gov/dea/concern/inhalants.html 4. Website NIDA (National Institute of Drug Abuse, http://www.nida.nih.gov/researchreports/inhalants/inhalants.html

#bpom

arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

Minggu, 22 Mei 2016

Hal Ini yang Terjadi pada Otak Disaat Menjelang Ajal Tiba

Orang yang pernah merasakan pengalaman nyaris meninggal (near death experience) misalnya karena serangan jantung bisa bercerita ia melihat cahaya di ujung terowongan gelap, melihat kerabat yang sudah meninggal, atau mendengar percakapan-percakapan. Hal ini dijelaskan oleh peneliti merupakan fenomena akibat adanya hubungan yang terjadi antara otak dan jantung.

Peneliti Dr Jimo Borjigin dari University of Michigan mengatakan dalam studi terbarunya bahwa ketika seseorang mendekati ajal, aktivitas otak akan meningkat dan mengirimkan sinyal ke jantung. Peningkatan aktivitas ini lah yang kemudian menjelaskan mengapa orang-orang yang pernah sekarat namun selamat bisa mengalami apa yang tampaknya seperti pengalaman spiritual.



"Pengurangan oksigen atau oksigen dan glukosa ketika serangan jantung terjadi dapat menstimulasikan aktivitas otak yang merupakan karakteristik proses alam bawah sadar," kata Borjigin seperti dikutip dari Medical Daily News, Senin (23/5/2016).

Menariknya bila selama ini proses kematian dianggap mulai dari jantung yang berhenti berdetak lalu lama kelamaan otak mati karena tak mendapat nutrisi, tes pada tikus justru menunjukkan sebaliknya. Otak diduga justru menjadi organ utama yang terlibat ketika kematian terjadi.

Pada 30 detik sebelum jantung berhenti berdetak pada tikus yang sengaja dihentikan suplai oksigennya, otak akan sangat aktif melebihi biasa. Lusinan senyawa kimia dilepaskan dan frekuensi gelombang otak meningkat memengaruhi jantung.

Sinyal otak ini disebut tersinkronisasi dengan detak jantung yang semakin lama semakin lambat. Apabila sinyal dihalangi, Borijigin dan tim menemukan mereka bisa memperlambat secara signifikan degupan jantung bagian bawah yang gagal memompa darah (ventricular fibrillation).

"Pemblokiran koneksi elektrik antara otak dengan jantung saat serangan jantung terjadi mungkin bisa meningkatkan peluang pasien untuk selamat," pungkas Borjigin.









sumber:http://health.detik.com/read/2016/05/23/094044/3215228/763/menjelang-ajal-hal-ini-yang-terjadi-pada-otak?

arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

Rabu, 27 April 2016

Inilah Alasan Nya Mengapa Letak Kancing Baju Pria Dan Wanita Berbeda

Selama ini, umumnya kemeja wanita selalu memiliki kancing di bagian kiri, sedangkan letak kancing pada kemeja pria selalu berada di bagian kanan.
Selain itu, kancing kemeja, kancing atau pengait di bagian celana pria dan wanita juga memiliki letak yang berbeda.




Tak banyak yang tahu alasan mengapa letak kancing tersebut dibedakan pada busana wanita dan pria.
Namun jika ditinjau lewat teori serta sejarah fashion, berikut alasan mengapa posisi peletakannya berbeda:



1. Pada zaman Ratu Victoria di Inggris, busana pria dan wanita bangsawan memiliki banyak lapisan hingga memerlukan bantuan pelayan untuk mengenakannya.
Teori yang berkembang adalah kancing kiri untuk wanita dibuat untuk memudahkan pelayan.
Sedangkan pria yang lebih memilih mengenakan busana sendiri dibuatkan kancing pada sebelah kanan agar lebih memudahkan proses pemakaian.




2. Teori selanjutnya, berkembang dari arti filosofis kancing sebelah kiri wanita yang menyedihkan.
Kancing diletakan pada bagian kiri agar wanita mengenakan tangan kirinya untuk mengaitkan kancing.
Tangan kiri diindikatorkan sebagai tangan yang lebih lemah dari tangan kanan.
Penanda jika status wanita lebih rendah dari pria.


3. Untuk memudahkan proses kerja industri garmen, maka dibuat perbedaan letak kancing agar kemeja kedua jender ini tak tertukar saat proses pembuatan serta distribusi.





sumber informasi: http://www.tribunnews.com/lifestyle/2016/04/23/inilah-alasan-mengapa-letak-kancing-baju-pria-dan-wanita-berbeda

arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik