This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

11 Cara Mengatasi Mimisan pada Ibu Hamil dan Penyebabnya

Seperti dikehahui, ketika pertama kali mengalami masa-masa kehamilan, maka akan terdapat beberapa perubahan yang dapat terlihat jelas pada tubuh ibu hamil.

sepeti salah satunya ada beberapa Ibu hamil yang mengalami mimisan... Sekitar satu dari lima wanita hamil bisa mengalami mimisan.

Masalah mimisan ketika masa kehamilan ini mulai terjadi di akhir trimester pertama, yang kemudian akan terus berlanjut, hingga dapat hilang dengan sendirinya setelah masa melahirkan.

Yang perlu kita ketahui yaitu penyebab mimisan pada Ibu Hamil, dimana umumnya mimisan muncul disebabkan pecahnya pembuluh darah, khusus pada Ibu hamil karena dipicu dari perubahan dari hormon kehamilan, yaitu hormon progesteron dan estrogen.

Mimisan

Akibat keberadaan hormon progesteron dan estrogen...
Keberadaan kedua hormon tersebut mengakibatkan teriritasinya dan munculnya peradangan pada organ hidung, sehingga hal ini yang memicu munculnya lendir di hidung.

Dimana perubahan hormon karena masa kehamilan mengakibatkan pembuluh darah di hidung membengkak, mengering, hingga akhirnya menjadi mudah berdarah.

Selain itu, secara bersamaan terjadi kondisi berupa peningkatan volume darah pada pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah pada organ hidung.

Terjadinya peningkatan volume darah itu memberikan tekanan pada pembuluh-pembuluh darah yang tipis, seperti salah satunya di hidung sehingga menjadi pecah, hingga terjadilah perdarahan yang disebut dengan mimisan.

Seorang Ibu yang mengeluhkan sering mimisan saat hamil, umumnya selama hadirnya hamil sampai ke masa 6 bulan, padahal sebelum hamil tidak pernah mengalami mimisan.

Dimana seperti disinggung sebelumnya bahwa ibu hamil akan mengalami peningkatan hormon progesteron, yang tujuan dari hal itu adalah agar mempertahankan kehamilan hingga 9 bulan.

Tingginya kandungan hormon di dalam tubuh menyebabkan pelebaran pembuluh darah kecil yang ada di daerah hidung dan juga gusi.

Sehingga tidaklah mengherankan bahwa seorang ibu hamil akan sering mengalami mimisan atau juga perdarahan gusi.

Karena itu, hal ini merupakan kondisi yang normal, maka tidak perlu cemas berlebihan atas kondisi mimisan seperti ini, cukup dengan sering berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya baik atau tidak.

loading...

Penyebab mimisan ringan...

Mimisan ringan pada ibu hamil umumnya berasal dari bagian depan rongga hidung atau anterior.

Biasanya masalah mimisan ringan ini karena terjadi pilek pada hidung, infeksi sinus, alergi, sensitif pada cuaca yang sering berubah, kekurangan kandungan kalsium di dlaam tubuh, kekurangan vitamin C, dan terdapat benda asing yang masuk ke dalam hidung sehingga terjadinya masalah iritasi.

Dimana masalah mimisan ringan umumnya tidak berbahaya bagi ibu hamil.

Mimisan berat...

Untuk masalah mimisan berat, yaitu kondisi ibu hamil mengalami mimisan yang masalahnya berasal dari dalam, yaitu pembuluh darah yang terletak di bagian belakang hidung, yang akibatnya bisa menimbulkan perdarahan yang cukup berat.

Ibu hamil perlu waspada jika mengalami mimisan yang frekuensinya cukup sering dan pendarahannya cukup banyak. Sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter, karena masalah mimisan berat ini perlu segera diatasi.

Jika tidak segera diatasi, dapat mengakibatkan ibu hamil kekurangan darah.

Masalah besar lainnya, bahwa mimisan berat yang menimbulkan banyak pendarahan dapat mengindikasikan munculnya suatu penyakit berbahaya yang diderita ibu hamil seperti:
  1. Kanker darah (leukimia)
  2. Hemofilia (darah sulit membeku)
  3. Hipertensi tumor pada hidung
  4. Dan beberapa penyakit berbahaya lainnya.

[UPDATE]
Hal-hal lainnya yang bisa memicu timbulnya mimisan:

Terkena benturan
dr Mahatma T Bawono, Sp THT-KL, dari Rumah Sakit Akademik UGM (RS UGM), menyatakan bahwa mimisan dapat terjadi karena benturan pada area wajah. Mimisan karena benturan menurutnya sering dialami oleh anak-anak.

Seperti ketika jatuh di bagian wajah yang dekat hidung, yang membuat pembuluh darah menjadi tegang, alhasil memicu terjadinya pecah pada pemuluh darah di hidung.

Selain itu, kondisi dinding pembuluh darah pada anak-anak masih belum terlalu kuat, sehingga rentan mengalami pecah pada pembuluh darah hidung.

Terlalu lelah
Berdasarkan penjelasan dari dr Melisa Anggraeni, Mbiomed, SpA, mimisan sering terjadi pada anak-anak dibandingan orang dewasa, karena struktur dinding pembuluh darah hidung yang rapuh.

Mimisan karena rasa sangat lelah, umumnya itu dianggap wajar bagi anak-anak, yang mimisan bisa berhenti dengan sendirnya, atau dengan mendapatkan pertolongan pertama oleh orang tua atau penamping sang anak.

Rasa sangat lelah selain bisa menimbulkan mimisan pada anak, juga bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi resiko orang dewasa mengalaminya lebih kecil dibandingkan dengan anak-anak.

Suhu ekstrem
Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin akan membawa udara yang kering, hidung yang kering rentan mengalami iritasi, sehingga gesekan sedikit saja pada dinding pembuluh darah di hidung bisa menimbulkan pendarahan, sehingga timbul mimisan

Banyak dokter da ahli kesehatan yang menyarankan memakai masker pada cuaca yang dingin, guna mencegah timbulnya mimisan karena perubahan suhu ekstrem. Demikian juga hati-hati dalam membuang ingus, lakukan secara perlahan.

Rasa Stress
dr Marissa Pudjiadi , SpA menjelaskan, bahwa walaupun jarang tetapi rasa stres bisa memicu timbulnya mimisan. Rasa sres bisa memicu timbulnya asma yang tengah diidap, yang setelah itu memberikan resiko penyakit lainnya, yaitu mimisan.

Berdasarkan informasi penlitian yang diterbitkan oleh British Medical Journal tahun 2011, bahwa stres bisa memicu mimisan akibat adanya hubungan dengan lonjakan tekanan darah. Karena rasa stres bisa membuat naiknya tekanan darah.

Dengan peningkatan tekanan darah tersebut, menimbulkan resiko pembuluh darah hidung yang rapuh mengalami pecah.


Beberapa hal yang perlu diketahui ketika terjadi mimisan pada Ibu Hamil:
  1. Ketika mimisan, maka duduk saja dengan tenang, lalu arahkan kepala ke depan, lalu tekan kedua cuping hidung selama 5 sampai 10 menit, dalam keadaan seperti itu (sementara) bernafas dari mulut. Jangan berbaring atau mendongakan kepala ke atas, karena darah yang ada di hidung dapat tertelan sehingga membuat timbulnya rasa mual.
  2. Menekan kedua cuping hidung bersamaan berfungsi untuk menghentikan perdarahan yang terjadi, caranya mudah hanya dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk, lalukan sekitar 10 menit, atau lebih lama dari itu jika perdarahan belum juga berhenti.
  3. Jaga kondisi kelembaban hidung agar tetap dalam kondisi yang baik, caranya dengan minum banyak air putih. Bahkan apabila memang diperlukan maka pakai cairan tetes hidung untuk menjaga kelembaban hidung tetap terjaga, sehingga meminimalisir mimisan.
  4. Bisa juga melakukan pengompresan hidung dengan menggunakan es, tujuannya agar organ pembuluh darah yang ada di sekitar hidung mengerut, sehingga perdarahan dapat berhenti.
  5. Walaupun mimisan sudah berhenti, maka setelahnya perlu berhati-hati. ketika ingin bersin atau membuang ingus, hindari bersin yang terlalu keras karena berakibat pada gumpalan darah yang sudah terbentuk menjadi terlepas lagi. 
  6. Kemudian dalam waktu 24 jam setelah mimisan, maka jangan biasakan membungkuk, serta hindari berbagai aktivitas yang berat, hingga akhirnya masalah mimisan ini semakin membaik kondisinya.
  7. Adapun apabila mimisan berlangsung lebih dari 30 menit, maka sangat dianjurkan untuk ke dokter agar mendapatkan peanganan yang lebih tepat..
  8. Demikian juga ketika mimisan sering terjadi, seperti 2 kali atau lebih dalam seminggu, maka perlu memberitahukan dan memeriksakannya ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.
  9. Demikian juga, perlu ke dokter ketika terjadi masalah pendarahan hebat dari belakang hidung, dimana pendarahan yang banyak, sulit untuk ditangani sendiri, sehingga perlu bantuan tenaga medis yang tentunya juga sudah lebih berpengalaman.
  10. Yang sangat penting jangan lupa banyak minum air putih, tujuannya supaya lapisan pembuluh darah tipis di hidung tidak kering.
  11. Demikian juga jangan melakukan aktivitas yang dapat melukai hidung, seperti kebiasaan mengorek hidung, atau juga hindari bersin yang terlalu keras.

[UPDATE]
Menggunakan Daun Sirih
Mengatasi masalah mimisan bisa menggunakan daun sirih.

Caranya, pertama-tama ambilah 1 lembar daun sirih yang masih muda, setelah itu cuci hingga bersih.

Lalu remas dan gulung daun sirih sehingga bentuknya seperti corong, lalu sumbatkan ke lubang hidung.

Dalam keadaan menyumbatkan ke hidung, diamkan beberapa saat dan biarkan posisi wajah menengadah ke atas.

Daun sirih berguna untuk membantu mengecilkan pembuluh darah, sehingga nantinya pendarahan dapat berhenti degnan sepenuhnya.

Jika Kamu mengalami mimisan, maka jangan panik, penting untuk selalu tetap tenang.

Kamu bisa melakukan pertolongan pertama hanya dengan daun sirih tersebut.

Jika pendarahan masih saja terjadi, maka hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah segera pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk memperoleh  penanganan lebih lanjut.

    arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik

    Kamis, 23 April 2015

    20 Gejala (Tanda-tanda) Awal Kehamilan

    Bukti dari terjadinya awal kehamilan dapat dilihat dengan melakukan tes kehamilan, akan tetapi ada banyak tanda-tanda dan gejala kehamilan

    Sehingga jika nantinya ada beberapa gejala yang memang benar-benar terjadi, ada kemungkinan besar terjadinya kehamilan, sehingga menjadi berita gembira bagi calon ibu.

    Kehamilan merupakan periode seorang wanita yang membawa embrio di dalam rahim nya. Hal ini untuk pasangan suami-istri adalah saat yang ditunggu-tunggu, dan begitu dinantikannya...

    ...sehingga tidak mau ketinggalan moment penting ini hingga berusaha mencari tahu gejala dan tanda awal kehamilan ,

    Langsung saja berikut dibawah ini beberapa tanda-anda awal kehamilan yang umum terjadi pada wanita hamil.

    Kehamilan

    Gejala awal kehamilan

    1. Perubahan pada payudara (putting)
    Perubahan fisik yang dialami ketika kehamilan yaitu terjadinya perubahan pada payudara, dimana Payudara menjadi terasa lebih berat, bahkan juga sakit atau nyeri jika dipegang.

    Pada dua minggu pertama setelah awal kehamilan, payudara ukurannya mulai membesar dan berubah, hal itu sebagai persiapan untuk memproduksi susu, utamanya bagi wanita muda.

    Adapun penyebab dari perubahan tersebut karena produksi hormon esterogen dan progesteron yang meningkat dengan cepat. Perubahan payudara sudah terlihat sangat jelas ketika baru pertama kali hamil.

    Wanita menjadi lebih sensitif ketika dadanya tersentuh, termasuk tersentuh branya sendiri, yang bisa memunculkan rasa sedikit nyeri.

    Tanda lainnya dada akan terasa lebih lembut dan (maaf) empuk saat diraba. Tanda-tanda kehamilan setelah 1 minggu biasanya muncul rasa sedikit gatal pada bagian tersebut.

    2. Perubahan bentuk tubuh
    Seperti diketahui bahwa perut menjadi membesar ketika seorang wanita mengalami kehamilan, akan tetapi bukan hanya perut, bagian lainnya seperti bokong, paha, dada dan lengan juga umumnya akan membesar.

    Tanda awal kehamilan sebelum telat haid bisa dilihat dari adanya perubahan pada bibir organ intim (area kewanitaa). Perubahan tersebut, seperti warna yang semula merah muda menjadi berwarna lebih pucat ataupun gelap.

    Pada awal kehamilan, umumnya keluar cairan dari organ intim sang waniita hamil yang mirip dengan keputihan. Cairan tersebut dihasilkan dari proses pembuahan yang berasal dari cervical mucus.

    Cervical mucus yaitu lendir leher rahim / lendir serviks. Lendir serviks yang sehat menjadi jalan dimana sperma dapat dengan lancar menuju ke dalam saluran telur, membantu menjaga dan menutrisi sprema, serta membantu pergerakan sperma di dalam rahim agar bertemu sel telur.

    3. Buang air kecil makin sering dan konstipasi
    Ketika hamil, janin yang tumbuh di dalam rahim akan menekan kandung kemih, hal ini menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat.

    Dan kandung kemih juga lebih cepat dipenuhi dengan urine, sehingga keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering.

    Saat hamil muda, janin di dalam rahim membutuhkan ruang yang lebih luas. Sehingga, peluasan rahim itu mengakibatkan kandung kemih menjadi tertekan, sehingga ibu hamil muda akan lebih sering untuk buang air kecil.


    4. Mengalami kelelahan yang sangat
    Tidak jarang muncul rasa kehabisan tenaga selama kehamilan terjadi, utamanya ketika awal masa kehamilan.

    Sehingga hal ini membuat wanita hamil akan mengambil waktu lebih lama untuk tidur, ketika minggu pertama atau kedua masa kehamilan maka tubuh akan bekerja dengan sangat keras untuk memompa hormon serta memproduksi lebih banyak darah untuk nutrisi bagi janin.

    Jantung akan bekerja memompa lebih keras dan lebih cepat dari biasanya. Juga hormon progesteron menjadi depresan alami bagi sistem syaraf pusat, yang keberadaan hormon progesteron ini dalam jumlah yang banyak menyebabkan wanita hamil merasa mengantuk serta terasa lebih cepat lelah.

    Anda menjadi lebih mudah lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa juga saat melakukan aktivitas yang ringan sekalipun. Apabila memiliki riwayat gangguan tekanan darah rendah, maka bisa berakibat pingsan ketika kelelahan saat melakukan aktivitas.

    5. Flek darah atau nyeri perut
    Pada masa awal kehamilan bisa juga mengalami flek atau mengalami sedikit pendarahan, yaitu sekitar 10 atau 14 Hari setelah pembuahan.

    Terjadinya implantasi ketika sel telur yang telah dibuahi menempelkan dirinya pada dinding uterus.

    Pendarahan seperti ini umumnya lebih sedikit dan warnanya lebih terang dari pada darah yang biasanya keluar ketika haid, dan terjadinya juga hanya sebentar.

    Kemudian ada juga yang mengalami nyeri pada perut pada masa awal kehamilan nya, ketika rahim mulai membesar, rasa nyeri tersebut hampir sama dengan rasa sakit ketika haid.

    6. Sering mengalami mual 
    Mual yang terjadi pada pagi hari sering dijadikan tanda-tanda klasik awal kehamilan. Umumnya rasa mual mulai sering terjadi pada minggu keempat sampai kedelapan masa kehamilan, tetapi pada beberapa kasus muntah-muntah dimulai pada dua minggu pertama setelah terjadinya kehamilan.

    Selain itu, Mual pada wanita hamil pada kenyataannya dapat terjadi kapan saja. Rasa mual ini muncul ini ketika adanya peningkatan drastis kadar esterogen yang diproduksi oleh placenta dan janin, dimana hormon ini mengakibatkan pengosongan usus berjalan lebih lambat.

    Kemudian Ibu hamil juga akan terasa sangat sensitif terhadap bau, seperti bau masakan, kopi, parfum, asap rokok dan lainnya yang bisa saja memicu terjadinya rasa mual.

    Apabila Anda mulai sering merasakan mual dan muntah, terutama di pagi hari, maka dapat menjadi salah satu tanda kehamilan, 1 minggu setelah berhubungan.

    loading...

    7. Berubah persepsi tentang makanan tertentu.
    Memalingkan hidung dari suatu makanan tertentu bisa menjadi gejala awal terjadinya kehamilan. Bahkan bau makanan tertentu dapat menimbulkan rasa mual pada awal masa kehamilan.

    Pada sebuah studi yang dilakukan, ditemukan bahwa umumnya ibu hamil tidak menyukai bau kopi, pada beberapa minggu awal kehamilan nya.

    Kemudian juga daging, makanan yang mengandung susu serta makanan berbumbu banyak, semuanya itu umumnya tidak disukai pada masa kehamilan.

    Sebaliknya, mengidam satu makanan tertentu dapat juga terjadi. keinginan untuk makan makanan tertentu ini dapat terjadi karena adanya perubahan hormon.

    Ibu hamil seringnya mengalami perubahan selera makan ketika 6 bulan pertama, hal itu karena perubahan hormon yang sangat kuat kala itu.

    Apabila penciuman Anda terasa lebih tajam, bisa jadi itu tanda kehamilan. Menurut buku "What to Expect When You're Expecting", bahwa hal tersebut disebabkan peningkatan hormon estrogen di dalam tubuh.

    Dengan kondisi penciuman yang lebih tajam, berakibat beberapa bau makanan tertentu bisa membuat ibu hamil menjadi sangat mual.

    8. Mengalami Sakit kepala.
    Wanita hamil mungkin akan merasa terganggu dengan munculnya rasa sakit kepala ringan, dimana ini cukup sering terjadi.

    Pada awal-awal kehamilan, terjadi peningkatan sirkulasi darah yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon, yang menjadi pemicu munculnya sakit kepala ringan.

    Apabila Anda merasa seperti sedang berada di atas kapal, padahal tidak, maka itu bisa menjadi tanda bahwa Anda hamil. Saat pembuluh darah melebar, dan tekanan darah menurun, mengakibatkan timbul rasa pusing atau gamang.

    Munculnya rasa pusing bisa lebih dipicu lagi ketika ibu hamil dalam kondisi kadar gula darah yang rendah.

    9. Munculnya bercak darah atau flek
    Munculnya bercak darah pada saat kehamilan ini terkadang disalah pahami sebagai menstruasi. Perdarahan atau bercak darah  terjadi karena proses penempelan calon janin ke dinding rahim.

    Pendarahan yang muncul pada proses ini biasanya hanya sedikit berupa bercak, jumlahnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan darah saat haid, maka Anda bisa membedakannya lebih mudah.

    Jika itu terjadi, maka dapat menjadi salah satu gejala kehamilan. Dan apabila telah dipastikan hamil, tetapi pendarahan atau flek tidak jua menghilang dalam waktu lama, maka perlu periksa ke dokter.

    10. Sering meludah (hipersalivasi)
    Terjadinya perubahan hormon estrogen, utamanya ketika masa kehamilan trimester pertama, mengakibatkan bumil (Ibu Hamil) menjadi cukup sering meludah.

    Kondisi ini akan berangsur-angsur menghilang setelah masa kehamilan memasuki trimester kedua.

    11. Gejala PMS
    Gejala PMS umumnya cukup sering dialami, seperti perut kembung, sakit pinggang, rasa nyeri pada payudara, nafsu makan menjadi meningkat, akan tetapi ternyata tidak muncul haid yang umumnya terjadi.

    12. Naiknya temperatur basal tubuh
    Keitka masa kehamilan, konduisi suhu basal tubuh Bumil akan meningkat, dimana kondisi seperti akan bertahan selama masa kehamilan.



    13. Rasa sakit punggung
    Ketika Anda tidak punya masalah dengan yang namanya sakit punggung. Aka tetapi tiba-tiba punggung bagian bawah terasa nyeri.

    Hal ini bisa menjadi tanda-tanda atau gelaja kuat terjadinya kehamilan, apabila benar-benar hamil, maka gangguan ini akan terasa hingga akhirnya melahirkan kelak.

    14. Rasa kram pada perut
    Keluarnya bercak darah umumnya diikuti munculnya rasa kram atau nyeri pada perut, yang nyeri ini dapat terus berlanjut hingga masa kehamilan trimester kedua. Biasanya wanita yang hamil muda di minggu-minggu awal, sudah merasakan pertanda ini.

    Apabila Anda merasakan sakit perut, bahkan terasa sedikit kram pada perut, kemungkinan bahwa Anda sedang hamil.

    Rasa kram terjadi karena terjadinya implantasi janin ke dinding rahim. selama proses ini masih berlangsung maka rasa kram juga masih akan terasa.

    15. Terjadinya konstipasi.
    Konstipasi (susah buang air) bisa menjadi tanda-tanda awal terjadinya kehamilan, hal itu karena adanya peningkatan jumlah hormon progesteron, yang membuat proses pencernaan menjadi berjalan lebih lambat.

    Makanan yang lebih lambat untuk bisa masuk ke saluran pencernaan, dapat menyebabkan konstipasi, seperti ketika Anda belum buang air besar, padahal sudah dua hari.

    Menurut Mayo Clinic, peningkatan hormon testosteron menyebabkan makanan diproses lebih lambat pada usus, hasilnya berupa sembelit atau konstipasi. Dalam kondisi seperti ini, cobalah untuk mengonsumsi lebih banyak serat, untuk membantu proses pencernaan lebih lancar.

    16. Terlambat haid
    Tanda kehamilan yang sangat jelas yaitu terlambat datang bulan. Akan tetapi tidak semua keterlambatan datang bulan berarti terjadinya kehamilan.

    Karena bisa saja telat haid karena kondisi dalam keadaan stres, diet atau juga terjadi gangguan hormonal.

    Adapun hubungan terlambat haid dengan munculnya kehamilan, yaitu saat sel telur sudah terbuahi maka tidak akan lagi dikeluarkan oleh tubuh (menstruasi), dan ovarium tidak akan lagi memproduksi sel telur baru selama masa kehamilan.

    Sehingga, ketika mengalami kehamilan, Anda tidak mengalami datang bulan atau haid.

    17. Perubahan suasana hati atau mood
    Jika Anda bukanlah seorang wanita yang sensitif atau suka emosi, akan tetapi mengapa menangis atau muncul rasa emosional ketika menghadapi situasi yang biasa saja, itu terjadi karena membanjirnya jumlah hormon di dalam tubuh ketika awal-awal kehamilan, sehingga mengakibatkan muncul rasa emosional.

    Perubahan suasana hati atau mood, seperti biasanya gembira menjadi sedih, umumnya terjadi pada trimester pertama masa kehamilan. Contoh kejadiannya seperti tiba-tiba menangis histeris hanya karena suatu iklan.

    Hal ini seperti yang dijelaskan oleh American Pregnancy Organization, tanda kehamilan berupa jiwa yang lebih emosional dan mudah menangis.

    Perubahan suasana hati secara mendadak dan ekstrem cukup sering terjadi, akan tetapi tidak perlu memusingkan hal ini, karena hal ini cukup normal, asal tidak mengarah ke kondisi depresi atau stres berlebihan.

    18. Merasa pusing dan melayang.
    Sensasi tubuh melayang atau terasa pusing di kepala ini karena terjadi perubahan sirkulasi ketika pembuluh darah dalam tubuh membesar, serta tekanan darah mengalami penurunan.

    Pada awal kehamilan, rasa pusing ini dapat disebabkan juga karena rendahnya gula darah.

    19. Sensitif terhadap bau
    Sensitif terhadap bau seperti tidak menyukai aroma-aroma menyengat, bahkan walaupun aroma itu sebelumnya disukai.

    Kondisi yang sering terjadi yaitu ibu hamil pergi ke dapur, akan beresiko tinggi mengalami eneg atau mual karena mencium bumbu dapur ataupun aroma makanan tertentu.

    20. Hilangnya nafsu makan
    Peningkatan kadar hormon beta-hCG (human chorionic gonadotrophin) dan sensitifitas terhadap bau-bauan berakibat wanita hamil menjadi tidak berselera menyantap makanan...

    ...padahal sebelumnya biasa dikonsumsi dirinya konsumsi, jika hal ini terjadi maka bisa menjadi tanda-tanda kehamilan.

    Tanda-tanda kehamilan 1 minggu dilihat secara medis

    Dunia medis memiliki cara tersendiri dalam memastikan kehamilan. Ada beberapa cara medis, cara pertama yaitu menggunakan alat tes kehamilan (test pack). Alat ini mudah didapatkan di apotek disekitar.

    Cara yang digunakan yaitu melakukan tes urin, dan keakuratannya pun telah cukup teruji, dengan keakuratan hingga 99%.

    Adapun melakukan tes ini disarankan di pagi hari. Apabila Anda positif hamil, maka tanda yang terlihat adalah dua garis, adapun jika negatif maka garis yang terlihat hanya 1. Ketika alat test pack menemukan bahwa Anda positif hamil, maka silahkan periksa ke dokter kandungan.

    Cara medis kedua yaitu pemeriksaan USG. Cara ini diakui yang paling efektif dan paling akurat. Dengan menggunakan teknologi USG, maka Anda bisa melihat apakah di dalam kandungan terdapat janin atau tidak, bahkan dapat mengetahui dengan jelas kondisi janin di dalam kandungan.

    Penutup

    Beberapa gejala awal disebutkan tersebut tidak hanya dikhususkan sebagai adanya kehamilan. Gejala-gejala yang disebutkan diatas bisa juga menandakan bahwa sedang sakit.

    Demikian juga sebaliknya, dimana bisa saja seorang wanita hamil tanpa mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, hal tersebut dapat juga terjadi. Akan tetapi, tetap lebih baik Anda perlu mengetahui gejala atau tanda-tanda dari adanya kehamilan.

    Setelah mendapatkan tanda kehamilan awal (seperti sudah dijelaskan di atas), hendaknya mulai meningkatkan perhatian pada kesehatan diri dan janin yang dikandungnya.

    Pada masa awal kehamilan seperti ini maka perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak minum air putih, jangan merokok, jangan bekerja terlalu berat, dan jangan mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dari dokter, karena ada beberapa jenis obat yang bisa membahayakan janin.


    arulajeh.id Situs Berita Terbaru Dan Terbaik